Kamis, 25 Januari 2018

Bioekologi dan Perbanyakan Ngengat Beras Corcyra cephalonica

Corcyra cephalonica Stainton tergolong dalam famili Pyralidae, ordo Lepidoptera. Serangga ini dikenal sebagai ngengat beras dan merupakan hama yang bersifat kosmopolit (Kalshoven 1981). Serangga ini merupakan hama utama pada tempat penyimpanan komoditas dimana sekelompok kokon dapat ditemukan dalam karung penyimpanan komoditas sehingga dikenal juga sebagai hama gudang. Serangga ini dapat menyerang berbagai macam komoditas antara lain beras, tepung terigu, kopra, kacang-kacangan, kakao, bungkil dan lain-lain.

C. cephalonica memiliki metamorfosis yang lengkap (holometabola). Serangga ini meletakkan telur pada komoditas yang diserangnya. Telurnya berbentuk oval, licin, dan berwarna putih. Larva berwarna putih keabuan dengan panjang 17 mm. Pupa berwarna coklat dan terbentuk dalam kokon berwarna putih yang kuat. Imago berwarna abu-abu dengan panjang 7 - 12 mm. Ngengat bersifat nocturnal (Kalshoven, 1981). Telur menetas dalam waktu 3 - 5 hari. Larva terdiri dari 8 instar. Saat akan menjadi pupa, larva naik ke permukaan bahan makanan dan membuat kokon dengan menganyam benang sutra di antara butiran bahan makanan (Widodo 1987). Masa pupa berlangsung selama 12 hari. Lama hidup imago berlangsung selama 10 hari. Imago dapat menghasilkan 400 butir telur (Kalshoven 1981).


Langkah-langkah perbanyakan Corcyra cephalonica secara massal dimulai dengan persiapan media campuran pakan ayam dan dedak disterilkan dengan oven untuk mematikan organisme kontaminan yang terbawa dalam media. Media dengan ketebalan ± 3 cm kemudian dimasukkan dalam kotak pemeliharaan larva C. cephalonica. Telur atau larva C. cephalonica dimasukkan ke dalam kotak pemeliharaan yang telah berisi media dengan kepadatan 2 - 3 telur atau ulat per cm². Kotak pemeliharaan ditutup dan disimpan pada rak penyimpanan dengan suhu kamar sampai imago C. cephalonica muncul. Kemunculan imago C. cephalonica memerlukan waktu selama 5 - 7 minggu. Imago yang muncul diambil dengan menggunakan tabung reaksi, lalu dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kotak peneluran. Kotak peneluran disimpan pada posisi tegak dan dialasi dengan kertas buram. Selama dalam kotak peneluran, imago C. cephalonica tidak memerlukan makanan. Telur-telur C. cephalonica akan diletakkan pada bagian atas dan dasar kotak peneluran. Telur-telur C. cephalonica diambil setiap pagi hari. Telur-telur yang menempel pada kawat kassa disikat dengan kuas dan ditampung sementara di atas kertas buram. Setelah terkumpul, telur-telur tersebut dibersihkan dari sisa-sisa kotoran dan imago yang mati dengan cara mengalirkan telur-telur tersebut pada selembar kertas buram dan ditampung pada kertas buram lain. Hal tersebut dilakukan berulang kali hingga kotoran dan sisa-sisa imago tidak ada lagi (Mia Nuratni, 2006).

Dalam pembiakan massal C. cephalonica tahap yang paling penting adalah mendapatkan kebugaran larva (ulat) yang nantinya setelah memasuki fase imago akan menghasilkan banyak telur (keperidian tinggi) yang merupakan tujuan yang diinginkan dalam pembiakan massal. Untuk mendapatkan ngengat dengan keperidian yang tinggi ini, maka fase larva harus mendapatkan nutrisi yang baik dan cukup (Alba, 1990; Herlinda, 2002). Oleh karena itu, pemilihan jenis pakan dan kombinasinya penting sekali untuk diperhatikan.

Referensi:

  • Alba, MC. 1988. Trichogrammatids in the Philippines. Philipp. Entomol. 7: 253-271.
  • Alba, MC. 1990. Use of Natural Enemies to Control Sugarcane Pests in the Philippines. Book Series 40:124-134.
  • Kalshoven LGE. 1981. The Pest of Crops in Indonesia. Penerjemah: PA van der Laan. Terjemahan dari: De Plagen van de Cultuurgewassen in Indonesie. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve.
  • Widodo D. 1987. Hama dan Penyakit Padi. Jakarta: CV Pustaka Buana.
 

Jumat, 29 Mei 2015

Tips Wawancara Kerja

Hai para jobseekers! Wawancara kerja biasanya menjadi penentu kelulusan anda di suatu perusahaan. Wawancara ditempatkan di akhir seleksi sebagai penentu anda berkualifikasi dengan pekerjaan tersebut atau tidak. Banyak orang yang gagal di tahap ini. Ada baiknya nih buat jobseekers sekalian untuk membaca beberapa tips berikut sebelum menjalankan wawancara kerja.

1. Persiapan
Sebelum melakukan wawancara sebaiknya terlebih dahulu memahami diri anda sendiri. Mengapa? Akan lebih baik jika anda memahami diri anda terutama potensi yang ada pada diri anda untuk membantu anda menghadapi pewawancara nantinya. Jangan sampai anda tidak tahu kelebihan dan kekurangan anda sendiri karena bisa saja hal ini ditanyakan oleh si pewawancara. Selain itu, pastikan anda datang tepat waktu pada saat wawancara berlangsung. Perkirakan waktu keberangkatan anda, jangan sampai kepanikan karena terlambat membuat anda kacau pada saat wawancara. Yang paling penting lagi nih jobseekers, persiapkan pakaian yang akan anda kenakan untuk wawancara. Pastikan pakaian anda sopan, rapi, tidak kusut, dan wangi (psst jangan berlebihan ya wanginya). Persiapkan segala berkas yang perlu dibawa pada saat wawancara sehari sebelumnya. Alright, jika persiapan sudah selesai, mari lihat tips selanjutnya.

2. Perhatikan Gesture Anda Ketika Wawancara
Gesture sangat dilihat oleh si pewawancara, apalagi jika pewawancara anda seorang psikolog, anda harus sangat berhati-hati.
Do: (a) Duduk Tegak. (b) Tersenyum. (c) Bersikap tenang.
Don't: (a) Duduk Membungkuk. (b) Kepala mendongak. (c) Menggoyangkan kaki. (d) Menyilangkan kaki. (e) Menyilangkan tangan di dada. (f) Menggaruk hidung. (g) Berulang kali memegang rambut. (h) Mata melihat ke arah selain ke pewawancara. (h) bersikap terlalu percaya diri. (i) Menggulung kartu nama saat wawancara. (j) Terlalu emosional. (k) Merokok

3. Persiapkan Question List
Ada baiknya anda mempersiapkan daftar pertanyaan yang mungkin saja ditanyakan oleh pewawancara. Beberapa pertanyaan ini adalah Frequently Asked Question dalam beberapa wawancara kerja.
(a) Apa kelemahan dan kelebihan yang anda miliki?
(b) Bagaimana anda mengatasi stress anda?
(c) Mengapa anda melamar di perusahaan kamu?
(d) Berapa anda meminta gaji jika anda diterima di perusahaan kami?
(e) Mengapa anda menjalani kuliah di jurusan tersebut?
(f) Mengapa kami harus menerima anda?
(g) Apa rencana anda 5 tahun ke depan?
(h) Apa hobi anda?
(i) Berapa lama anda menjadi pencari kerja?
(j) Apakah kesuksesan terbesar anda?
(k) Bagaimana anda bekerja dalam tim?
(l) Anda sudah menikah? Jika belum, kapan rencana menikah?
(m) Apakah anda dapat bekerja dibawah tekanan?
(n) Apakah anda pernah gagal?

4. Jangan sombong dan jangan rendah diri
Jika anda mempunyai prestasi segudang, jangan sekali-kali anda show off di depan pewawancara. tetapi jika anda tidak mempunyai prestasi apapun, jangan pula anda terlalu merendahkan diri. Percaya dirilah! tetapi jangan berlebihan yaa..

5. Kenali tipe-tipe pewawancara
Ada beberapa tipe pewawancara yang harus anda waspadai. Pewawancara terkadang akan mengaduk-aduk emosi anda untuk mengenal karakter anda. Tetaplah tenang dan jadilah diri sendiri.

Semoga tips ini membantu para jobseekers untuk mengembangkan dirinya saat wawancara tiba. Good luck! Jangan lupa berdoa dan belajar ;)

-Originally Post-

Kamis, 14 Maret 2013

Macam Media Pertumbuhan Patogen In Vitro

Dalam pengembangan patogen secara in vitro yang dimaksudkan untuk mempelajari ekobiologi dari suatu patogen, dibutuhkan beberapa media tumbuh pendukung yang digunakan di dalam laboratorium, beberapa diantaranya adalah:

a.    Lactose Broth
Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air, makanan, dan produk susu, sebagai kaldu pemerkaya (pre-enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. 

b. EMBA (Eosin Methylene Blue Agar)
Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. aureus, P. aerugenosa, dan Salmonella. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna.

c.       Nutrient Agar
Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganisme heterotrof. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef, pepton, dan agar. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air, sewage, produk pangan, untuk membawa stok kultur, untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri, dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni.

d.      Nutrient Broth
Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. 

e.       MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar)
MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann, Rogosa, dan Shape (1960) untuk memperkaya, menumbuhkan, dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan. MRS agar mengandung polysorbat, asetat, magnesium, dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus, sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif, sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh.

f.         Trypticase Soy Broth (TSB)
TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum, untuk isolasi, dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH.

g.       Plate Count Agar (PCA)
PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate, yeast extract, dextrose, agar) hingga membentuk suspensi 22,5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks.

h.       Potato Dextrose Agar (PDA)
PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. campur dan panaskan serta aduk. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5,6+0,2.

i.        VRBA (Violet Red Bile Agar)
 VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa, sedangkan sel mikroba bersifat asam. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E.coli. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak, pepton, NaCl, empedu, glukosa, neutral red, kristal violet, agar). Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. Dinginkan hingga 50-60°C. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan, pH akhir adalah 7,4. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. Neutral red sebagai indikator pH. Agar merupakan agen pemadat.