Dalam pengembangan patogen secara in vitro yang dimaksudkan untuk mempelajari ekobiologi dari suatu patogen, dibutuhkan beberapa media tumbuh pendukung yang digunakan di dalam laboratorium, beberapa diantaranya adalah:
a. Lactose
Broth
Lactose broth digunakan sebagai media
untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air, makanan, dan produk susu,
sebagai kaldu pemerkaya (pre-enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam
mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya.
b. EMBA
(Eosin Methylene Blue Agar)
Media Eosin Methylene Blue mempunyai
keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang
memfermentasikan laktosa seperti S. aureus, P. aerugenosa, dan Salmonella.
Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna
gelap dengan kilap logam. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya
tidak berwarna.
c.
Nutrient
Agar
Nutrien agar adalah medium umum untuk
uji air dan produk dairy. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari
mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganisme heterotrof.
Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef, pepton, dan
agar. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur
bakteriologi seperti uji biasa dari air, sewage, produk pangan, untuk membawa
stok kultur, untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri, dan untuk mengisolasi
organisme dalam kultur murni.
d.
Nutrient
Broth
Nutrient broth merupakan media untuk
mikroorganisme yang berbentuk cair.
e.
MRSA
(deMann Rogosa Sharpe Agar)
MRSA merupakan media yang
diperkenalkan oleh De Mann, Rogosa, dan Shape (1960) untuk memperkaya,
menumbuhkan, dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan. MRS
agar mengandung polysorbat, asetat, magnesium, dan mangan yang diketahui untuk
beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus, sebaik
nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif, sehingga ada kemungkinan
Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh.
f.
Trypticase Soy Broth (TSB)
TSB adalah media broth diperkaya
untuk tujuan umum, untuk isolasi, dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. Media
ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan
mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. Media TSB mengandung kasein
dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya
yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme.
Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan
osmotik. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH.
g.
Plate Count Agar (PCA)
PCA digunakan sebagai medium untuk
mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. PCA dibuat dengan
melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate, yeast extract, dextrose,
agar) hingga membentuk suspensi 22,5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf
(15 menit pada suhu 121°C). Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba
(semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic
hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya
serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks.
h.
Potato Dextrose Agar (PDA)
PDA digunakan untuk menumbuhkan atau
mengidentifikasi yeast dan kapang. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast
dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. PDA mengandung sumber
karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2%
glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik
untuk pertumbuhan bakteri. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media
dalam 1 liter air yang telah didestilasi. campur dan panaskan serta aduk.
Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Sterilisasi
pada suhu 121°C selama 15 menit. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam
cawan petri dengan pH akhir 5,6+0,2.
i.
VRBA
(Violet Red Bile Agar)
VRBA dapat digunakan untuk
perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. Agar VRBA mengandung violet
kristal yang bersifat basa, sedangkan sel mikroba bersifat asam. Bila kondisi
terlalu basa maka sel akan mati. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri
E.coli. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak,
pepton, NaCl, empedu, glukosa, neutral red, kristal violet, agar). Bahan-bahan
tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. Panaskan
hingga mendidih sampai larut sempurna. Dinginkan hingga 50-60°C. Pindahkan
dalam tabung sesuai kebutuhan, pH akhir adalah 7,4. Campuran garam bile dan
kristal violet menghambat bakteri gram positif. Yeast ekstrak menyediakan
vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Laktosa merupakan sumber
karbohidrat. Neutral red sebagai indikator pH. Agar merupakan agen pemadat.