Corcyra cephalonica Stainton tergolong dalam famili Pyralidae, ordo Lepidoptera. Serangga ini dikenal sebagai ngengat beras dan merupakan hama yang bersifat kosmopolit (Kalshoven 1981). Serangga ini merupakan hama utama pada tempat penyimpanan komoditas dimana sekelompok kokon dapat ditemukan dalam karung penyimpanan komoditas sehingga dikenal juga sebagai hama gudang. Serangga ini dapat menyerang berbagai macam komoditas antara lain beras, tepung terigu, kopra, kacang-kacangan, kakao, bungkil dan lain-lain.
C. cephalonica memiliki metamorfosis yang lengkap (holometabola). Serangga ini meletakkan telur pada komoditas yang diserangnya. Telurnya berbentuk oval, licin, dan berwarna putih. Larva berwarna putih keabuan dengan panjang 17 mm. Pupa berwarna coklat dan terbentuk dalam kokon berwarna putih yang kuat. Imago berwarna abu-abu dengan panjang 7 - 12 mm. Ngengat bersifat nocturnal (Kalshoven, 1981). Telur menetas dalam waktu 3 - 5 hari. Larva terdiri dari 8 instar. Saat akan menjadi pupa, larva naik ke permukaan bahan makanan dan membuat kokon dengan menganyam benang sutra di antara butiran bahan makanan (Widodo 1987). Masa pupa berlangsung selama 12 hari. Lama hidup imago berlangsung selama 10 hari. Imago dapat menghasilkan 400 butir telur (Kalshoven 1981).
Langkah-langkah perbanyakan Corcyra cephalonica secara massal dimulai dengan persiapan media campuran pakan ayam dan dedak disterilkan dengan oven untuk mematikan organisme kontaminan yang terbawa dalam media. Media dengan ketebalan ± 3 cm kemudian dimasukkan dalam kotak pemeliharaan larva C. cephalonica. Telur atau larva C. cephalonica dimasukkan ke dalam kotak pemeliharaan yang telah berisi media dengan kepadatan 2 - 3 telur atau ulat per cm². Kotak pemeliharaan ditutup dan disimpan pada rak penyimpanan dengan suhu kamar sampai imago C. cephalonica muncul. Kemunculan imago C. cephalonica memerlukan waktu selama 5 - 7 minggu. Imago yang muncul diambil dengan menggunakan tabung reaksi, lalu dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kotak peneluran. Kotak peneluran disimpan pada posisi tegak dan dialasi dengan kertas buram. Selama dalam kotak peneluran, imago C. cephalonica tidak memerlukan makanan. Telur-telur C. cephalonica akan diletakkan pada bagian atas dan dasar kotak peneluran. Telur-telur C. cephalonica diambil setiap pagi hari. Telur-telur yang menempel pada kawat kassa disikat dengan kuas dan ditampung sementara di atas kertas buram. Setelah terkumpul, telur-telur tersebut dibersihkan dari sisa-sisa kotoran dan imago yang mati dengan cara mengalirkan telur-telur tersebut pada selembar kertas buram dan ditampung pada kertas buram lain. Hal tersebut dilakukan berulang kali hingga kotoran dan sisa-sisa imago tidak ada lagi (Mia Nuratni, 2006).
Dalam pembiakan massal C. cephalonica tahap yang paling penting adalah mendapatkan kebugaran larva (ulat) yang nantinya setelah memasuki fase imago akan menghasilkan banyak telur (keperidian tinggi) yang merupakan tujuan yang diinginkan dalam pembiakan massal. Untuk mendapatkan ngengat dengan keperidian yang tinggi ini, maka fase larva harus mendapatkan nutrisi yang baik dan cukup (Alba, 1990; Herlinda, 2002). Oleh karena itu, pemilihan jenis pakan dan kombinasinya penting sekali untuk diperhatikan.
Referensi:
- Alba, MC. 1988. Trichogrammatids in the Philippines. Philipp. Entomol. 7: 253-271.
- Alba, MC. 1990. Use of Natural Enemies to Control Sugarcane Pests in the Philippines. Book Series 40:124-134.
- Kalshoven LGE. 1981. The Pest of Crops in Indonesia. Penerjemah: PA van der Laan. Terjemahan dari: De Plagen van de Cultuurgewassen in Indonesie. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve.
- Widodo D. 1987. Hama dan Penyakit Padi. Jakarta: CV Pustaka Buana.