Rabu, 27 Juli 2011

Sumber Antioksidan Alami

Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika berkaitan dengan penyakit, radikal bebas ini dapat berasal dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal lainnya. Radikal bebas adalah spesies yang tidak stabil karena memiliki elektron yang tidak berpasangan dan mencari pasangan elektron dalam makromolekul biologi. Kondisi oksidasi dapat menyebabkan kerusakan protein dan DNA, kanker, penuaan, dan penyakit lainnya.

Sumber antioksidan dapat berasal dari tubuh kita sendiri atau bahan-bahan lainnya. Sumber antioksidan alami lebih banyak diminati karena lebih aman dan mudah didapatkan. Beberapa buah di bawah ini adalah sumber antioksidan alami yang dapat anda peroleh dimana saja.

1. Tomat

Tomat (Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum) adalah buah yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi.  Pada lapisan luarnya terdapat likopen, antioksidan yang dapat mencegah berbagai jenis kanker. Buah tomat terdiri dari 5-10 persen berat kering tanpa air dan 1 persen kulit dan biji. Jika buah tomat dikeringkan, sekitar 50 persen dari berat keringnya terdiri dari gula-gula pereduksi (terutama glukosa dan fruktosa), sisanya asam-asam organik, mineral, pigmen, vitamin, dan lipid. 

Tomat dapat digolongkan sebagai sumber vitamin C yang sangat baik (excellent) karena 100 gram tomat memenuhi 20 persen atau lebih dari kebutuhan vitamin C sehari. Vitamin C memelihara kesehatan gigi dan gusi, mempercepat sembuhnya luka-luka, mencegah penyakit scurvy (skorbut), serta menghindarkan terjadinya perdarahan pembuluh darah halus. Selain itu, tomat juga merupakan sumber vitamin A yang baik (good) karena 100 gram tomat dapat menyumbangkan sekitar 10-20 persen dari kebutuhan vitamin A sehari. Vitamin A sangat diperlukan bagi kesehatan organ penglihatan, sistem kekebalan tubuh, pertumbuhan, dan reproduksi. Vitamin A dan C pada tomat juga berkhasiat sebagai antioksidan. Sari buah tomat mengandung vitamin dan mineral yang cukup lengkap. Dari 100 gram jus tomat akan diperoleh kalsium 7 mg, fosfor 15 mg, zat besi 0,9 mg, natrium 230 mg, dan kalium 230 mg. Vitamin yang terdapat dalam 100 gram sari buah tomat adalah vitamin A (1.050 IU), vitamin B1 (0,05 mg), vitamin B2 (0,03 mg), dan vitamin C (16 mg).

Tomat mengandung likopen yang tinggi. Likopen diketahui mempunyai kemampuan sebagai antioksidan dan dapat melindungi tubuh terhadap berbagai macam penyakit, seperti kanker dan penyakit jantung. Tomat yang dihancurkan atau dimasak merupakan sumber likopen yang lebih baik dibandingkan dengan tomat mentahnya. Likopen terdapat pada bagian dinding sel tomat. Oleh karena itu, pemasakan dengan sedikit minyak dapat melepaskan komponen ini. Komponen fenolik juga merupakan senyawa penting yang cukup potensial pada tomat, meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit. Komponen ini memberikan efek yang menguntungkan.

2. Teh

Teh merupakan sumber alami kafein, teofilin dan antioksidan dengan kadar lemak, karbohidrat atau protein mendekati nol persen. Teh mengandung sejenis antioksidan yang bernama katekin. Pada daun teh segar, kadar katekin bisa mencapai 30% dari berat kering. Teh hijau dan teh putih mengandung katekin yang tinggi, sedangkan teh hitam mengandung lebih sedikit katekin karena katekin hilang dalam proses oksidasi. Teh juga mengandung kafein (sekitar 3% dari berat kering atau sekitar 40 mg per cangkir), teofilin dan teobromin dalam jumlah sedikit. 

Polifenol pada teh berupa katekin dan flavanol. Senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkap radikal bebas dalam tubuh juga ampuh mencegah berkembangnya sel kanker dalam tubuh. Radikal bebas ada di tubuh kita karena lingkungan udara yang tercemar polusi dan juga dari makanan yang kita makan. Dalam satu cangkir teh mengandung vitamin E sebanyak sekitar 100-200 IU yang merupakan kebutuhan satu hari bagi tubuh manusia. Jumlah ini berfungsi menjaga kesehatan jantung dan membuat kulit menjadi halus.

Teh juga mengandung vitamin C. Vitamin ini berfungsi sebagai imunitas atau daya tahan bagi tubuh manusia. Selain itu vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan yang diperlukan untuk ketahanan tubuh manusia terhadap penyakit. Vitamin A yang ada pada teh berbentuk betakaroten merupakan vitamin yang diperlukan tubuh dapat tercukupi.

3. Anggur

Anggur memiliki banyak manfaat kesehatan karena mengandung berbagai jenis senyawa metabolit sekunder, terutama golongan flavonoid dan antosianin, serta resveratol. Penelitian lain mengungkapkan bahwa senyawa aktif di dalam anggur mampu meningkatkan kerja selendotelial yang berperan dalam memperlancar aliran darah dalam arteri terkait dengan aktivitasnya terhadap sel-sel otot halus. Melalui mekanisme ini, risiko terkena serangan jantung dapat berkurang. Selain itu, anggur juga mengandung banyak senyawa antioksidan yang daya kerjanya lebih kuat daripada vitamin C dan vitamin E. Di dalam tubuh, senyawa flavonoid anggur dapat meningkatkan produksi lemak baik (HDL) sekaligus menurunkan trigliserida yang beredar di dalam darah.

4. Cengkeh

Minyak essensia dari cengkih mempunyai fungsi anestetik dan antimikrobial.. Minyak cengkih sering digunakan untuk menghilangkan bau napas dan untuk menghilangkan sakit gigi. Zat yang terkandung dalam cengkih yang bernama eugenol digunakan dokter gigi untuk menenangkan saraf gigi. Minyak cengkih juga digunakan dalam campuran tradisional chōjiyu (1% minyak cengkih dalam minyak mineral; "chōji" berarti cengkih; "yu" berarti minyak) dan digunakan oleh orang Jepang untuk merawat permukaan pedang mereka.

Tim peneliti dari Miguel Hernández University, Spanyol, mengidentifikasi bahwa cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan rempah dengan zat antioksidan terbaik. Hal itu karena cengkeh mengandung senyawa phenolic yang tinggi.

"Dari pengujian lima sifat antioksidan, cengkeh memiliki kemampuan tertinggi untuk menghilangkan hidrogen, mengurangi peroksidasi lipid, dan merupakan peredam zat besi terbaik," kata Juana Fernández-López, salah 
seorang peneliti seperti dikutip dari Times of India.


-Diambil dari berbagai sumber-

Selasa, 26 Juli 2011

Tips memilih makanan saat sahur dan berbuka

Marhaban yaa Ramadhan. Bulan Ramadhan telah dekat. Sahur dan buka juga akan segera mengisi hari-hari anda. Memilih makanan untuk berbuka dan sahur tidak boleh sembarangan, karena akan mempengaruhi kondisi fisik anda selama berpuasa, Beberapa tips di bawah ini, akan membantu anda memilih makanan yang tepat dan sehat.


  • Sahur
  1. Sahur sangat penting untuk anda, jangan tinggalkan sahur, karena dengan bersahur, tubuh kita memiliki cadangan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
  2. Konsumsilah makanan bergizi lengkap dan seimbang. Pilih makanan dengan komposisi karbohidrat, protein, mineral, vitamin, dan air yang cukup.
  3. Hindari makanan yang terlalu pedas, ini tidak baik untuk kondisi lambung anda selama berpuasa.
  4. Hindari juga makanan berlemak, karena makanan berlemak hanya akan membuat anda kenyang sesaat dan akan mudah lapar kembali.
  5. Konsumsi makanan berserat, karena makanan berserat akan mampu menahan rasa lapar anda lebih lama.
  6. Jika anda malas untuk makan sahur, sajikanlah makanan hangat untuk membangkitkan gairah sahur anda.
  7. Jangan lupa perbanyak minum air putih dan konsumsi suplemen atau vitamin bila perlu untuk menjaga kesehatan tubuh.

  • Berbuka
  1. Awali dengan makanan manis yang ringan dan alami seperti kurma dan minuman hangat.
  2. Hindari mengawali berbuka dengan minuman dingin, karena hal ini menyebabkan efek buruk sesudahnya, misalnya perut kembung.
  3. Hindari makanan berlemak dan berkarbohidrat tinggi saat mengawali berbuka, hal ini membuat lambung kaget dan menyebabkan rasa tak nyaman bagi perut.
  4. Jangan makan terlalu banyak secara langsung, karena akan menyebabkan perut terasa tidak enak.
  5. Perbanyak minum air putih hangat. Air putih hangat sangat baik bagi pencernaan.
  6. Kurangi penggunaan gula pasir, dan perbanyak penggunaan madu. Madu mengandung gula sedehana yang mudah dicerna, selain itu madu juga baik untuk kesehatan

sekian, semoga bermanfaat :)

Senin, 04 Juli 2011

Tips Sukses Ujian

ujian mungkin merupakan waktu dimana kita bersusah payah untuk mendapatkan nilai terbaik. namun, kebiasaan anak muda jaman sekarang adalah menunda-nunda sesuatu, termasuk belajar. terkadang, kita sudah menargetkan untuk mempelajari suatu pelajaran jauh-jauh hari, padahal kenyataannya, kita belajar di waktu sehari sebelum ujian berlangsung, atau bahasa gaulnya SKS (Sistem Kebut Semalam). sistem belajar ini, munkin efektif untuk beberapa orang, namun untuk peajaran dengan materi banyak, apalagi belum pernah kita baca di hari sebelumnya, sistem ini berbahaya untuk anda yang ingin lulus atau mendapatkan nilai baik di suatu pelajaran. nah, beberpa tips berikut bisa anda pertimbangkan untuk dilakukan bersamaan dengan SKS (Sistem Kebut Semalam):

1. buat rangkuman dari bahan ujian.
cara ini lbih efektif dibandingkan hanya membaca bahan kuliah full. cara ini menggabungkan daya ingat dengan menulis dan membaca, jadi SKS akan lebih mudah. selain itu, merangkum bahan kuliah dilakukan sebelum ujian, atau H-2 ujian, sehingga sehari sebelum ujian, anda hanya tinggal membacanya dan menghapalkannya.

2. buat suasana belajar yang nyaman
lingkungan yang nyaman akan membawa dampak yang baik bagi anda. buatlah suasana senyaman mungkin. misalnya kamar yg bersih dan rapi, serta hening, agar materi mudah masuk ke otak anda.

3. makan yang cukup
perut yang lapar membuat anda sulit berkonsentrasi.

4. berdoa
hal terpenting adalah doa, karena segala keputusan ada di Tuhan YME :)

semoga bermanfaat :)